Posted April 11, 2017 by Natsir Habibullah in ABET

Workshop Persiapan Akreditasi Internasional: Asesmen Outcome dan Perbaikan Berkelanjutan

Workshop persiapan menghadapi akreditasi ABET kembali diadakan oleh Satuan Penjaminan Mutu ITB. Workshop kali ini bertempat di Hotel Harris Ciumbuleuit Bandung,  pada hari Kamis tanggal 6 April 2017 pukul 9.00 – 15.00 WIB, dihadiri para dosen-dosen pengampu Mata Kuliah Umum (MKU) dan Tahap Persiapan Bersama (TPB) ITB.

Workshop dibuka oleh Sekretaris Satuan Penjaminan Mutu Eksternal, Dr. Estiyanti Ekawati, dalam kesempatan tersebut beliau menyatakan bahwa ITB memiliki target semua prodi terakreditasi internasional pada 2020. Salah satu tantangan dalam pencapaian ini adalah mensinkronkan pengukuran outcome pada MKU dan mata kuliah TPB di ITB. Sinkronisasi ini sangat penting, mengingat MKU (yang terdiri dari Agama dan Etika, Pendidikan Kewagnegaraan) dan mata kuliah TPB (yang terdiri dari Matematika, Fisika Dasar, Kimia Dasar, Tata Tulis Karya Ilmiah, Bahasa Inggris, Pengantar Rekayasa Desain, Pengantar Teknologi Informasi, Olah Raga) melayani berbagai program studi yang berbeda, dan sekitar 4000 mahasiswa setiap tahunnya. Untuk itu, SPM, Lembaga MKU dan Lembaga TPB perlu bersinergi dalam upaya pengukuran outcome, agar dosen pengampu dapat melaksanakan pengukuran outcome secara sistematis sejalan dengan rencana perkuliahan, tanpa tambahan beban administrasi yang terlalu besar, dan hasilnya dapat dimanfaatkan oleh berbagai program studi di ITB yang diakreditasi oleh berbagai lembaga akreditasi internasional yang berbeda pula.

Untuk mensinergikan langkah ini, SPM ITB beberapa kali mengadakan sosialisasi atau workshop pengukuran outcome utnuk keperluan akreditasi internasional yaitu pada bulan Agustus 2016, Desember 2016, dan Februari 2017.

Acara dilanjutkan dengan sambutan oleh Kasubdit Dr Ahmad Mukhlish dan Sekretaris Lembaga Tahun Pertama Bersama (LTPB) Dr Oki Neswan. “Jangan jadikan ABET sebagai tujuan, tapi jadikanlah sebagai instrumen perbaikan” himbau Pak Mukhlish. “Jadikan ABET sebagai sarana ITB untuk menjadi lebih baik lagi” lanjut Dr. Oki Neswan.

Setelah sambutan, Dr. Estiyanti Ekawati kembali mengisi acara dengan presentasi berkaitan dengan pemetaan Student Outcomes terhadap kurikulum. Setelah itu workshop dilanjutkan dengan praktek mengisi nilai ke dalam instrumen penilaian yang sudah dibuat oleh SPM.

Kemudian dosen-dosen pengampu mata kuliah umum mempresentasikan keberjalanan, capaian, evaluasi, serta inovasi pembelajaran secara bergantian. Inovasi pembelajaran yang disampaikan sangat kreatif. Banyak metode-metode lama diganti karena sudah tidak sesuai lagi dengan keadaan saat ini serta menyesuaikan juga dengan kebutuhan akreditasi internasional. Ternyata inovasi pembelajaran yang diterapkan memberikan hasil yang menakjubkan bagi mahasiswa.

Akhirnya workshop ditutup oleh Kepala LTPB ITB, Dr. Ahmad Nuruddin. “Saya senang sekali melihat banyak wajah-wajah baru di sini, menandakan bahwa estafet kepengurusan terus berlangsung” ujar Pak Nuruddin ketika menutup workshop, memang workshop kali ini dominan diisi oleh dosen-dosen muda. Pak Nuruddin juga merasakan bahwa workshop seperti ini sangat bermanfaat, “Alangkah baiknya (workshop ini) dapat dijadikan sebagai rutinitas setahun sekali, atau setahun dua kali” tambahnya. “Semoga kita sehat selalu” tutup Pak Nuruddin.

Dengan berakhirnya kata-kata penutup dari Pak Nuruddin berakhir juga rangkaian acara workshop kali ini, semoga dengan diadakannya workshop seperti ini akan terus meningkatkan kualitas ITB, lebih besar lagi untuk kualitas pendidikan Indonesia.