Posted February 23, 2017 by Natsir Habibullah in ABET

Workshop Internal Pembimbingan Akreditasi Internasional, 22 Feb 2017

Akreditasi, baik pada level nasional maupun internasional adalah alat ukur kinerja suatu program studi di perguruan tinggi. Sesuai tingkat pertumbuhan masing-masing Perguruan Tinggi dan Program Studi, maka beberapa Program Studi di ITB menetapkan Akreditasi Nasional Internasional melalui Lembaga Akreditasi ABET sebagai target dan ukuran pencapaian kinerja akademiknya. Untuk mendukung upaya program-program  studi ini memenuhi berbagai persyaratan dan kelengkapan akreditasi ABET, SPM ITB mengadakan Workshop Pembimbingan Akreditasi ABET pada hari Rabu tanggal 22 Februari 2017, pukul 9.00 hingga 15.00 WIB bertempat di ruang Saragosa Hotel Sheraton Bandung. Workshop ini dihadiri oleh perwakilan berbagai program studi, yang sedang dalam proses persiapan maupun yang sedang menyelesaikan berbagai kelengkapan akreditasi ABET.

Diarahkan oleh Ketua Satuan Penjaminan Mutu ITB Dr. Pepen Arifin dan dipandu oleh Sekretaris Satuan Penjaminan Mutu Eksternal, Dr. Estiyanti Ekawati, workshop dibagi menjadi empat sesi. Sesi pertama membahas tentang Program Educational Objective, dilanjutkan dengan sesi Facilities dan sesi Major Design Experience. Setelah istirahat, sholat, dan makan siang, workshop dilanjutkan dengan membahas aspek penting lainnya, yaitu Continuous Improvement.

Workshop berjalan kondusif, peserta mengikutinya dengan serius. Para peserta juga sangat antusias, ditunjukkan dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan serta sharing pengalaman yang pernah dialami maupun kendala yang sedang dihadapi oleh masing-masing peserta dalam proses persiapan dan pelaksanaan akreditasi ABET. Bahkan peserta memanfaatkan waktu istirahat dengan berdiskusi mengenai akreditasi sembari menikmati santapan makan siang.

Menurut dua peserta perwakilan dari program studi S1 Teknik Pertambangan, Tri Karian, S.T., M.T. dan Firly Baskoro, ST. MT, workshop seperti ini sangat penting untuk diadakan. “Meskipun sudah membaca dokumen-dokumen yang harus dipersiapkan, kadang ada saja dokumen yang terlewat tidak dipersiapkan. Dengan adanya workshop seperti ini akan dapat membantu mengingatkan serta memberikan solusi atas kendala-kendala dalam mempersiapkan persyaratan untuk akreditasi” ujar Tri ketika diwawancarai mengenai pentingnya workshop ini setelah workshop selesai. Ketika ditanya mengenai pendapatnya tentang tempat pelaksanaan workshop, Kak Firli berkata “Workshop sebaiknya diadakan seperti ini, di luar kampus tetapi tidak terlalu jauh dari kampus agar dapat berjalan kondusif”.