Posted April 19, 2017 by alni in ABET

Workshop Nasional Strategi Meraih Akreditasi Internasional (WNSMAI), 18-19 April 2017

Pada hari Selasa – Rabu, 18-19 April 2017, SPM ITB menyelenggarakan Workshop Nasional Meraih Akreditasi Internasional (WNSMAI) bertempat di Trans Luxury Hotel, Bandung. Workshop ini dihadiri oleh 111 peserta yang terdiri dari para dosen, ketua program studi, dekan, serta pejabat dan tim satuan penjaminan mutu dari berbagai Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta di Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi.

WNSMAI diselenggarakan sebagai perwujudan tanggung jawab sosial ITB kepada masyarakat Pendidikan Tinggi di Indonesia untuk bersama-sama membangun pendidikan tinggi yang berkualitas internasional. Sejauh ini, 25 program studi di ITB telah meraih akreditasi internasional, antara lain dari ABET, ASIIN, JABEE (Japan Accreditation Board for Engineering Education), KAAB (Korean Architecture Accrediting Board), RSC (Royal Society of Chemistry) dan ABEST21 Sebagian dari program studi ini bahkan memasuki putaran kedua akreditasi internasionalnya. Selain itu, ITB juga secara aktif berkontribusi pada asesmen penjaminan mutu akademik dalam naungan AUN-QA (Asean University Network—Quality Assurance).

Untuk itu, WNSMAI menampilkan para pemegang kebijakan dan staff unggulan di ITB untuk berbagi kiat yang disarikan dari pengalaman dan rekam jejak panjangnya dalam mempersiapkan dan melaksanakan asesmen dan akreditasi internasional, khususnya untuk akreditasi ABET, ASIIN serta asesmen penjaminan mutu akademik AUN-QA.

Pembicara pada workshop ini meliputi :

  1. Dr. Pepen Arifin , Ketua Satuan Penjaminan Mutu ITB
  2. Dr. Suprijadi Harjono, Sekretaris Satuan Penjaminan Mutu Internal ITB
  3. Dr. Estiyanti Ekawati, Sekretaris Satuan Penjaminan Mutu Eksternal ITB
  4. Prof. Dr. Hermawan Kresnodipojono
  5. Prof. Dr. Satria Bijaksana
  6. Dr. Achmad Muchlis
  7. Dr. I.G.B.N Makertiharta
  8. Dr. Arief Syaichu
  9. Dr. Winny Wulandari,
  10. Dr. Paramashanti

Materi workshop meliputi :

  1. Proses Akreditasi Internasional
  2. Paradigma Akreditasi Internasional : Outcome Based Education
  3. Profil Lulusan dan Capaian Pembelajaran
  4. Pemetaan Profil Lulusan dan Capaian Pembelajaran pada Kurikulum
  5. Strategi Asesmen Capaian Pembelajaran
  6. Kurikulum Berbasis Capaian Pembelajaran
  7. Manajemen Institusi : Memandu Pencapaian Akreditasi Internasional
  8. Evaluasi Capaian Pembelajaran dan Perbaikan Berkelanjutan
  9. Membangun Fasilitas Pendidikan Tingkat Dunia

WNSMAI dilaksanakan dalam sesi panel dan sesi paralel. Sesi panel membahas aspek kunci yang berlaku untuk seluruh lembaga akreditasi internasional dan perlu dipersiapkan di tingkat perguruan tinggi. Sesi panel membahas strategi dalam menyiapkan persyaratan akreditasi internasional sesuai lembaga akreditasi ABET, ASIIN dan AUN-QA.
Pada sesi paralel, peserta berdiskusi dan berlatih intensif dalam menyusun profil lulusan dan memetakan capaian pembelajaran pada kurikulum sesuai visi dan misi perguruan tinggi dan program studi masing-masing. Peserta juga akan berlatih menyusun rencana persiapan dokumen dan visitasi akreditasi internasional. Para peserta juga berkesempatan untuk mempresentasikan hasil kerja awalnya dlam berbagai tahap persiapan akreditasi internasional tersebut.

Dalam kegiatan ini, seluruh pembicara menyampaikan bahwa persiapan menuju Akreditasi Internasional ini merupakan upaya suatu perguruan tinggi dan program studi untuk meningkatkan kinerja pendidikan mereka secara sistematis agar memiliki sistem penjaminan mutu akademik yang diakui secara internasional. Dengan demikian lulusan diharapkan memiliki kualifikasi yang setara dengan yang ditetapkan oleh badan pemberi akreditasi
Bagi perguruan tinggi dan program studi, perolehan akreditasi internasional diharapkan memberikan keuntungan antara lain meningkatkan minat mahasiswa masuk program studi, pengguna lulusan mengetahui tingkat persiapan mahasiswa untuk memasuki dunia profesi, dan sekolah pasca sarjana mengetahui tingkat persiapan keilmuan calon mahasiswa. Manfaat lain dari akreditasi internasional adalah mempermudah mobilitas dalam pertukaran mahasiswa karena mahasiswa memiliki kualifikasi yang jelas.
Paradigma penting dalam akreditasi internasional adalah menjadikan capaian pembelajaran (outcomes), asesmen dan evaluasi pencapaiannya sebagai basis penjaminan mutu dan perencanaan strategi akademik. Hal ini menuntut perubahan dalam berbagai aspek pelaksanaan pendidikan, mulai dari penentuan profil lulusan, penentuan capaian pembelajaran, perancangan kurikulum, asesmen capaian pembelajaran, evaluasi, dan tindakan perbaikan berkelanjutan. Selain perubahan mendasar tersebut, Perguruan Tinggi dan Program Studi juga harus mengawal dan memelihara keberlangsungan dan pertumbuhannya.
Upaya tersebut memang tidak mudah, namun tetap dapat dilaksanakan dengan perencanaan yang baik, dan pembagian tahapan kerja yang seksama. Setiap institusi yang hendak mempersiapkan Akreditasi Internasional selayaknya membentuk tim yang terdiri dari staf unggulan / champion, yang dapat mengkoordinasikan dan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia di institusi yang bersangkutan. Para pemegang kebijakan institusi selayaknya mempunyai wawasan yang memadai tentang standar pendidikan dan akreditasi internasional, agar dapat merancang kebijakan dan anggaran yang mendukung upaya persiapan akreditasi internasional. Institusi juga perlu memaksimalkan peran Alumni, Industri dan Pemerintah Daerah / Pemegang Kebijakan setempat untuk ikut membangun pendidikan tinggi. Yang juga perlu diperkuat adalah kerjasama lintas insititusi untuk saling mendukung kelengkapan fasilitas pendidikannya.

WNSMAI berlangsung dalam suasana yang kondusif, seluruh pembicara dan peserta antusias dalam berbagi pengalaman serta menjalin komunikasi antar institusi. Semoga WNSMAI 2017 bermanfaat bagi penyusunan perencanaan dan pelaksanaan kegiatan akreditasi Internasional di institusi peserta, maupun bagi penyusunan dan pengelolaan pendidikan tinggi pada umumnya. Sampai juma pada kegiatan terkait akreditasi internasional berikutnya dari SPM ITB.

Bahan Workshop WNSMAI 2017